Kau itu Manusia
Punya akal punya hati
Punya mimpi punya asa
Kau yang ciptakan mimpi,
kau yang olah asa,
kau pula yang rengkuh cita
Jangan sekali-kali
Ikut-ikutan mimpi orang,
mencampuri mimpi orang lain
Karena harapan tak akan mengikutimu
Buat mimpimu sendiri,
walau hanya setinggi tanah
Dan kau sendiri yang akan menuai,
bunga mimpi itu
- Aulia Wijanarko -
Posted by
Aulia RA
,
17:40
Disini, aku hanya seorang pengecut
yang menonton penyembelihan atasmu
lewat televisi, sambil berlagak
menangis tersedu
Badai peluru membantai kemerdekaanmu
mencabik negrimu!
Aku hanya membaca di koran
diantara gosip selebriti
bualan politisi,
dan cerita-cerita korupsi yang basi
(koran itu lalu kubuang ke keranjang sampah setelah menyeka
bekas makananku)
Aku dan saudara-saudaraku bertengkar
tentang cara bersimpati
sebab kami telah terbiasa berpura-pura
Disana kau berjuang dengan batu
melawan gempur peluru
membela Allah dengan darah
Tak pantas aku menangis untukmu
dengan hati bernanah
Novel "Gadis Kota Jerash"
Posted by
Aulia RA
,
17:32
Tuhan
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini
Tuhan
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain
Tuhan
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu
Tuhan
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya
Tuhan
Inginkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa
menjadi wanita seutuhnya
Tuhan
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku
Tuhan
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
kepada siapapun yang mengenalku
Tuhan
Surat kecilku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali
Ke dunia yang Kau berikan kepadaku
( Gita Sesa Wanda Cantika )
Posted by
Aulia RA
,
00:45
Bila ada tawa di dunia ini
Maka ada tangis disampingnya
Bila ada keberhasilan di dunia ini
Maka ada kegagalan disampingnya
Bila aku bisa memilih antara sekarang dan masa lalu
Aku ingin kembali ke masa lalu
Masa dimana aku masih hidup tanpa rasa sakit
Masa dimana aku masih bisa menangis karena haru
Bukan karena kesedihan melihat tangis orang tuaku
Tuhan
Hidupku mungkin hanya sesaat
Namun biarkanlah hidupku menjadi cahaya bagi mereka
Bagi siapapun yang kucintai
Bawa aku kembali
Tuhan
Dalam masa indah itu walau hanya sesaat
- Agnes Davonar -
Posted by
Aulia RA
,
00:33
: Untuk Seorang Kekasih
Tak mengapa ku menjadi lilin
Ia memang remuk dilalap cahaya
Yang ia pancarkan sendiri
Yang ia bagikan sendiri
Namun jangan kira dia telah hilang bentuk
Tidak, sama sekali tidak
Ia tak hilang
Ia tak musnah
Ia hanya menguar
Menjadi bentuk yang lebih lembut
Karbon yang menelusup ke sela-sela stomata
Menjelmalah ia senyawa
Yang kau hisab tanpa kau tahu
Bahwa aku telah memasukimu
Merasuk dalam detak jantungmu
Mengalir bersama urat nadimu
Aku menyayangmu
Lebih dari kumenyayangi diri
Maka, usai kubagikan cahaya
Tak mengapa jika ragaku luluh
Karena dengan cara itulah
Aku menyatu dengan jasadmu
Meski tak kau sadari
Meski tak kau sadari
Aku ingin percintaan kita
Bak udara dengan manusia
: Bak udara dengan manusia
( Kemanfaatan itu mungkin tak dirasa
Baru ketika tiada menggusur ada
Manusia tiba-tiba kehilangan nyawa)
Dan tahukah, wahai engkau?
Jika kau anggap aku penebar cahaya
Aku tak mau menjadi lampu
Yang tak mau mengorbankan diri
Untuk ujud yang lebih lembut
Aku ingin menjadi lilin
Tak mengapa menjadi lilin
Karena keremukan itu
Akan membuatku
Menyatu dengan jasadmu
Tanpa kau tahu
: Tanpa kau tahu
Tak mengapa kau tak tahu
Karena cukup bagiku
Yang Mahatahu
(Sekar Prembajoen)
De Liefde - Memoar Sekar Prembajoen
Posted by
Aulia RA
,
00:18
Prestasi bukan diukur dari gelar atau berapa banyak yang kita dapatkan, tapi bagaimana kita memandang hidup ini dan mengolah apa yang ada supaya bermanfaat bagi orang di sekitar kita.
Jadikanlah kekurangan yang kita miliki itu sebagai kelebihan dari Allah yang tidak dimiliki orang lain.
Kekurangan bukanlah suatu halangan, tapi anggaplah sebagai rintangan.
Dan, jadikanlah rintangan sebagai tantangan, karena tantangan adalah dorongan yang membuat kita bisa menggapai kesuksesan.
Cintailah apa yang kamu miliki dan milikilah apa yang kamu cintai.
Hidup bagai potongan mozaik dan kita selalu berusaha menyusunnya, tapi kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi karena Tuhan selalu memberikan kejutan dalam hidup kita.
Cerpen " Oh, Tuhanku"
- dan saya lupa siapa pengarangnya
Posted by
Aulia RA
,
00:04
Aku ingin mendaki puncak
tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan
memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa
pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang
ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan
kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan
molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat,
mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan.
Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan
orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca
bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin
melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut
dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan
penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!
Edensor - Andrea Hirata
*sekedar sinopsis